Pages Story

Semua Informasi Termuat Disini

Tips Fitnes Mengatur jadwal latihan dan Istirahat

Atur jadwal istirahat
Setelah latihan beban, Anda akan mendapatkan kembali kekuatan jika makan dan beristirahat dengan benar. Banyak orang tidak mendapatkan manfaat optimal karena beristirahat terlalu lama antar sesi latihan atau justru tidak beristirahat sama sekali. Istirahat yang cukup merupakan kompensasi yang tepat untuk latihan sehingga membuat otot makin kuat – Anda dapat memaksa tubuh untuk berlatih lebih keras. Selanjutnya, ulangi latihan dengan porsi lebih besar sehingga tubuh bertumbuh lebih kuat secara bertahap.


Menempatkan porsi istirahat secara tepat akan membuat Anda lebih kuat untuk memulai setiap sesi latihan. Apa yang terjadi jika Anda tidak beristirahat secara benar? Terlalu lama istirahat antara sesi dapat mengurangi momentum stimulus pada otot. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, akan membatasi proses pemulihan sehingga risiko cedera meningkat. Dan, tentu saja, Anda juga akan bosan jika terlalu sering berlatih.
Istirahat berkualitas
Untuk program pembentukan otot, waktu istirahat adalah hal yang vital. Bukan semata soal berapa lama, tetapi juga harus berkualitas. Istirahat yang tidak berkualitas mengakibatkan pertumbuhan otot tidak maksimal. Namun, jika program latihan Anda bertujuan untuk membakar lemak – menurunkan berat badan, maka tambahkan sedikit aktivitas kardio di sela-sela jeda istirahat Anda.
Tentukan tujuan
Berapakah jumlah waktu ideal yang dibutuhkan untuk pulih dari sesi latihan sehingga berada dalam kondisi prima saat melanjutkan ke sesi latihan berikutnya? Jumlah pemulihan yang dibutuhkan antara sesi tergantung pada tujuan latihan Anda.
Jika tujuan Anda berlatih adalah untuk meningkatkan tenaga (power), luangkan istirahat selama tiga hari antar sesi latihan. Latihan kekuatan biasanya terdiri dari repetisi rendah, beban berat, latihan pada sendi-sendi, memberi tekanan pada otot, dan melatih sistem saraf pusat Anda. Karenanya, Anda butuh setidaknya 72 jam agar pulih sepenuhnya.
Jika tujuan Anda berlatih untuk meningkatkan kekuatan (strength), Anda harus melatih setiap kelompok otot dua kali per minggu. Ini berarti Anda harus beristirahat antara 24-48 jam di antara sesi dengan target kelompok otot yang sama. Jika Anda menjalani program terpisah, Anda bisa melatih tubuh bagian atas dalam satu hari dan melatih kaki pada hari berikutnya. Dalam sesi latihan itu, luangkan waktu istirahat berkualitas setiap minggunya.
Pahat otot
Aturan yang sama berlaku untuk program membangun ukuran otot. Selalu luangkan istirahat, setidaknya 1-2 hari, di antara latihan kelompok otot yang sama. Beri jeda 50-70 detik antar set pada latihan yang bertujuan membangun otot agar otot mempunyai sedikit waktu beristirahat sehingga terhindar dari kelelahan akibat otot mendapat tegangan tinggi.
Untuk program yang melatih daya tahan otot – yang menggunakan beban lebih ringan pada setiap repetisi-nya, Anda tidak perlu banyak istirahat. Latihanan ketahanan biasanya tidak mengakibatkan banyak kerusakan serat otot sehingga bisa dilakukan lebih sering. Anda bisa berlatih dengan jeda setidaknya 24 jam antara sesi latihan, dengan satu atau dua hari istirahat dalam seminggu.
Frekuensi latihan
>>Dalam upaya membangun otot, istirahat sama pentingnya dengan latihan. Selama istirahat, otot akan melakukan perbaikan dan bertumbuh lebih besar dan kuat.
>>Terlalu sedikit istirahat di antara latihan berarti otot Anda tidak akan sepenuhnya pulih pada latihan berikutnya, tidak ada perkembangan tahap latihan. Anda hanya akan melakukan hal yang sama setiap kali berlatih.
>>Tapi, terlalu banyak istirahat antar latihan justru tidak akan mendorong otot pada intensitas yang dibutuhkan atau memberikan stimulus yang cukup untuk berkembang.

Label :
Nissan, Mobil Terbaik Pilihan Keluarga Indonesia

Updated: August 6, 2015 — 10:22 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pages Story © 2017 Frontier Theme